Bandung, bagi saya adalah sesuatu yang eksotis, istimewa dan yang paling saya dambakan untuk saya singgahi. wuihhh..., gaya! Yah. karena dulu Bandung hanyalah sebuah khayalan semata dalam benak saya, mungkin cita-cita dan harapan yang tak akan pernah tersampaikan, saya pikir. Tapi ternyata waktu menjawabnya dengan hal yang berbeda dan itu memberi saya harapan untuk terus menyimpannya kuat-kuat dalam benak saya dan lambat laun ternyata menjadi menguatkan keinginan saya untuk tidak hanya sekedar singgah di kota Bandung, tetapi lebih jauh menikmati suasananya yang nyaman, keramaian kota yang seolah terus berdenyut sepanjang waktu, hingga suasana pendidikannya yang menjadi dambaan setiap orang.
Selain itu saya merasakan sisi lain yang lebih kental dari kota Bandung itu sendiri yaitu sejarah masa lalu yang masih bisa kita rasakan sampai saat ini.Kita tahu bahwa Bandung telah menjadi semacam kuali sejarah yang telah mengiringi laju perjuangan Bangsa. Bandung Lautan Api dan Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu sejarah kota Bandung yang paling banyak diingat dan dikenang. Selain itu tentunya masih banyak cerita-cerita sejarah masa lalu di Kota Bandung yang membuat Bandung sendiri dijuluki Kota Sejarah.
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta. Di kota yang bersejarah ini, berdiri sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool, sekarang ITB)[2], menjadi ajang pertempuran pada masa kemerdekaan[3], serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika1955,[4] suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.[5]
Pada tahun 1990 kota Bandung menjadi salah satu kota teraman di dunia berdasarkan survei majalah Time.[6]
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada zaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh disana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.[7] Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Sumber : Wikipedia.com
Seiring dengan perkembangan waktu, kini Bandung sudah banyak berubah. Modernisasi menuntut segalanya harus sesuai dengan perkembangan zaman, walaupun harus menghilangkan aspek-aspek sejarah yang tercermin lewat bangunan-bangunan tua bersejarah yang telah menjadi saksi bisu Bandung masa lalu. Kini Bandung telah menjelma menjadi kota metropolitan dengan segala aksesorisnya yang gemerlap. Gedung-gedung dan bangunan-bangunan tinggi mendominasi berbagai sudut perkotaan membuat kota semakin sesak. Tapi di tengah hiruk pikuknya tersebut, suasana kota Bandung yang sebenarnya, masih bisa kita rasakan di beberapa waktu. Setiap minggu, masyarakat kota Bandung berkumpul ramai-ramai membanjiri ruang terbuka publik yang disediakan pemerintah kota. Ada car free day di sepanjang jalan Dago, Pasar dadakan yang sangat ramai di Lapangan Gasibu dan juga lapangan Tegallega. Selain itu banyak sekali ruang-ruang terbuka publik lainnya yang saya rasa bisa mencerminkan bahwa Bandung tidak sepenuhnya tergerus arus modernisasi secara total, justru yang ada adalah mencoba menyesuaikan dengan kondisi kekinian tanpa menghilangkan aspek-aspek sejarah yang begitu kental.
Saya pun berharap bahwa kota Bandung akan tetap dikenal sebagai kota Sejarah walaupun telah berubah menjadi kota yang elit atau metropolitan. Semoga saja julukan kota Bandung seperti "Varis Van Java", "Bandung Kota Kembang" tetap kita dengar di masa mendatang, bukan malah hilang di telan zaman yang semakin menunjukan taring modernisasi, menghilangkan aspek-aspek sejarah masa lalu. Semoga!
Saepuloh









:)
:-)
:))
=))
:(
:-(
:((
:d
:-d
@-)
:p
:o
:>)
(o)
[-(
:-?
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
:-$
(b)
(f)
x-)
(k)
(h)
(c)
cheer




bagus ep artikelnya..
BalasHapusMakasi bang indra,, Jadi semangat lagi ngeblognya. hehe
BalasHapussemangatt bang, buat blognya,,!!! ;-D